By Muh
Kamaludin Fadhil | Sep 3 2018 
Bagi sebagian orang mempelajari
suatu bahasa pemograman baru mungkin akan menyenangkan karena bisa dapat ilmu
dan pengalaman baru pada bahasa tersebut. Tapi, untuk mempelajari bahasa
pemograman baru bukanlah hal yang mudah, karena kita perlu beradaptasi dan juga
membutuhkan waktu yang tidak sebentar tergantung seberapa sulit bahasa
pemograman tersebut.
Sedikit cerita. Dulu saat awal-awal
saya bekerja, saya memiliki tanggung jawab sebagai web developer
yang terbiasa dengan PHP, HTML, CSS, dkk. Namun, lama-kelamaan saya pun
ditugaskan untuk mempelajari hal baru yaitu tentang Mobile
Development dan yang terlintas dipikiran saya saat itu adalah Java,
XML dan hal-hal ‘menyebalkan’ lainnya. Kemudian, saya pun mencari referensi
tentang Mobile Development, dan yang saya temukan adalah Framework7, saya
kira itu adalah framework yang cukup bagus untuk
membangun sebuah aplikasi seluler. Singkat cerita, saya mendapat informasi dari
rekan 1 tim saya mengenai Ionic Framework dan saya baca-baca
dokumentasinya Ionic Framework dan ketika saya memulai project
pertama saya, disitulah saya mulai jatuh cinta dengan Ionic Framework
ini.
Nah, kalau kamu punya cerita yang
sama dengan saya mungkin beberapa hal mengenai Ionic Framework yang
akan saya sebutkan ini akan menjadi referensi dan menambah motivasi kamu
mempelajari framework yang sudah mencapai versi 3 ini.
K, let’s go!
9.
Recommended Untuk Web Developer
Sangat direkomendasikan untuk kamu
yang awalnya seorang Web Developer dan ingin mulai menjelajahi tentang
Mobile Development. Kenapa? Karena Ionic Framework membantu kita untuk
membuat aplikasi seluler dengan jenis Hybrid. Jadi, kamu bisa membuat
aplikasi seluler hanya dengan menggunakan bahasa sehari-hari seorang Web
Developer yaitu HTML, CSS dan JavaScript.
Ionic Framework memiliki 3 versi
untuk saat ini, yaitu Ionic 1, 2 dan 3. Ionic Framework juga berdiri diatas
AngularJS. Ionic 1 berbasis Angular 1 dan ditulis dalam bahasa JavaScript,
Ionic 2 berbasis Angular 2 dan ditulis dalam TypeScript, Ionic 3 berbasis Angular
4 dan ditulis dengan TypeScript.
Tentu, ini sangat direkomendasikan
untuk kamu yang awalnya Web Developer yang ingin mencoba hal baru maka Ionic
Framework lah jawabnya.
8.
Dokumentasi
Ionic Framework juga dilengkapi
dokumentasi yang lengkap, bukan hanya lengkap tapi penulisannya yang rapih dan
desain antarmuka halaman dokumentasi yang bakal buat kamu betah baca-baca
disana serta dilengkapi pratinjau perangkat seluler yang akan semakin
memudahkan kamu dalam memahami tulisan-tulisan yang ada didokumentasi tersebut.
7.
Mudah Untuk Bertanya
Nah, ini yang paling penting. Karena
ketika kamu stuck, udah merasa nggak ada solusi lain
menghadapi bugs, maka saatnya bertanya. Karena Ionic Framework
ini sudah banyak yang menggunakan, jadi kamu nggak perlu khawatir lagi atau
bingung cari tempat bertanya dimana. Kamu bisa bertanya mengenai masalah Ionic
di forum besar seperti Stackoverflow atau di group Facebook atau di forum
resminya Ionic Framework.
6.
Komponen-komponen UI
Ionic Framework juga dilengkapi
dengan komponen-komponen UI yang sangat lengkap. Hal ini akan memudahkan kamu
ketika akan membuat tampilan, karena kamu nggak perlu membuat komponen-komponen
UI sendiri atau menggunakan library dari luar seperti
Bootstrap :p. Karena Ionic udah menyediakannya untukmu.
Komponen-komponen yang disediakan
banyak sekali, dari yang dasar seperti Buttons, Grid dan
yang advanced seperti Modal, Action Sheet dan
yang lainnya. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, bahwa dihalaman
dokumentasi Ionic terdapat pratinjau berupa perngkat seluler yang akan
memudahkan kamu melihat terlebih dahulu komponen yang akan kamu gunakan.
5.
Native Functionality
Apa maksudnya ini? Maksudnya,
aplikasi yang kamu buat dengan Ionic Framework itu dapat mengakses Native
Functionality seperti mengakses GPS, Network, Camera dan lain
sebagainya. Karena Ionic berjalan diatas Cordova maka kamu dapat menggunakan
plugin-plugin Cordova di project Ionic kamu.
4.
Hybrid Rasa Native
Setiap pembaruan yang dilakukan oleh
tim Ionic selain perbaikan bug maka akan ada peningkatan
performa. Maksudnya, aplikasi yang kamu buat dengan Ionic akan terasa seperti
aplikasi yang dibuat dengan Native walaupun tidak sepenuhnya. Jika kamu pernah
menggunakan aplikasi yang dibuat dengan Ionic versi 2 maka dalam segi performa
akan terasa agak lambat dibandingkan dengan aplikasi yang dibangun dengan Ionic
versi 3, aplikasi yang dibangun dengan Ionic 3 akan lebih smooth
walaupun perbedaanya tidak terlalu jelas.
3.
“Ramah Lingkungan”
Walaupun personal
computer kamu memiliki spesifikasi yang tidak terlalu bagus atau
terkesan standar-standar aja maka kamu masih bisa membuat aplikasi dengan Ionic
Framework karena mengingat Ionic Framework juga berjalan diatas Node.js jadi
tidak terlalu memakan resources yang terlalu banyak. Yaaa..
paling kamu akan sedikit bersabar ketika menunggu masa kompilasi karena pada
saat itu processor kamu akan bekerja keras karena ada banyak
kode yang harus dikompilasi.
2.
Sekali Ngoding Untuk Beberapa Platform
Inilah kehebatan aplikasi Hybrid yang
berjalan dengan Cordova, dimana kamu bisa dengan mudah mengkompilasi kode kamu
ke beberapa platform sekaligus. Jadi, kamu hanya perlu membuat
1 project saja maka setelah itu kamu dapat mengkompilasi project kamu
ke beberapa platform seperti Android, iOS, Windows Phone
atau yang lainnya. Tapi, kalau kamu mau mengkompilasi kode kamu ke perangkat
iOS maka kamu perlu mengkompilasinya di MacOS.
1.
Livereload?
Sebenernya ini adalah salah satu
fitur di Ionic, sih. Fitur ini akan membantu kamu untuk melakukan pratinjau
langsung di real device. Ketika kamu melakukan perubahan pada
kode di project Ionic kamu maka kamu bisa langsung melihatnya di perangkat asli
bukan di emulator. Tentu ini akan sangat memudahkan kamu dalam
masa development, karena kamu akan langsung tau hasil dari
kode kamu itu seperti apa ketika dijalankan di real device.
Sumber : https://kodinger.com
Komentar
Posting Komentar