Pengembangan Ionic 2 Framework dan Angular 2 | belajar framework ionic
·
Instalasi
dan Pengaturan
Prosedur instalasi
dari Ionic dan
Cordova cukup sederhana.
Sebelum installasi Ionic
2 dan Cordova diharapkan agar
melakukan installasi Node JS terlebih dahulu dimana source bisa di download pada nodejs.org. Untuk melakukan
instalasi global, perintah berikut dapat di masukan di terminal yang telah menginstal
paket yang dibutuhkan. Pemasangan global:
npm install –g ionic cordova Setelah
aplikasi dasar Ionic 2 sudah ter-install,
silahkan gunakan command berikut untuk pengecekan :
ionic
–v
cordova-v
Untuk membangun aplikasi
baru di Ionic 2, ionic serve dapat digunakan di terminal setelah melakukan
setting direktori yang
sesuai dimana proyek
tersebut tersimpan. Hasil dari perintah
tersebut akan menghasilkan tampilan
aplikasi pada browser default
pada komputer. Jika
ingin menampilkan hasil aplikasi dengan berbagai versi pada
browser bisa menggunakan ionic serve
–cls , maka akan tampil 3 versi tampilan yaitu
Android, Windows dan iOS.
Untuk menjalankan
aplikasi pada emulator/device phone
harus menambahkan platform pada
project aplikasi dengan cara :
ionic platform add
[android/ios], pada terminal.
Ketika ingin menjalankan aplikasi pada emulator bisa
menggunakan command : ionic
[run/emulate] [android/ios]
·
Spesifikasi
Perangkat Lunak
Untuk membangun aplikasi,
beberapa tools dan software
dipergunakan. Aplikasi dibangun dan diuji
pada platform Windows menggunakan command
line interface. Salah satunya adalah penggunaan NodeJS Versi
4.4.0. Untuk menuliskan
TypeScript dan CSS
Script, editor teks
yang digunakan adalah Visual
Studio Code. Web Browser
yang digunakan untuk deployment dan debugging adalah
Google Chrome versi 49.0.2623.87.
·
Adaptasi
Metodologi Pengembangan Aplikasi Hybrid
Untuk membangun aplikasi
dari awal, sketsa konsep dasar digambarkan seperti Gambar 1. 0dibawah ini.
Sketsa konsep menyoroti berbagai aspek yang dibutuhkan dalam rangka merancang,
membangun, menguji, debug
dan menjalankan aplikasi.
·
Perancangan
dan Implementasi Kode
Aspek
terpenting untuk melakukan pengkodean
pada aplikasi mobile adalah pemahaman yang mendalam
tentang Angular 2
Framework. Terdapat berbagai
aspek yang perlu
dipahami untuk dapat memahami pengembangan aplikasi
menggunakan Ionic 2 dan Angular 2 seperti
NgModule, Component, dan HTML
Angular 2 dibangun
untuk memberikan fungsionalitas pada
aplikasi. Angular 2 juga
memungkinkan untuk menentukan Component kita sendiri.
NgModule pada Angular 2 digunakan untuk mengendalikan data
dalam aplikasi dimana
digunakan objek TypeScript
dasar. Controller setiap
page HTML dikendalikan pada code TypeScript. Nama
class yang ada didalam TypeScript
masing –
masing controller akan di daftarkan didalam app.module.ts. Tampilan
bebeberapa code:Pada Controller Page:
xport
class HelloIonicPage {
dataZodiak
= {tgl_lahir : '',
nama:
''};
itemsZodiak:
any;
tgllahir;
constructor(public
navCtrl: NavController, private zodiakservice:ZodiakService, public
alerCtrl:
AlertController) {
}
searchZodiak(){}
……
}
Pada app.module.ts:
@NgModule({
declarations:
[
MyApp,
HelloIonicPage,
ItemDetailsPage,
ListPage
],
imports:
[
IonicModule.forRoot(MyApp)
],
bootstrap:
[IonicApp],
entryComponents:
[
MyApp,
HelloIonicPage,
ItemDetailsPage,
ListPage
],
providers:
[
StatusBar,
SplashScreen,
{provide:
ErrorHandler, useClass: IonicErrorHandler}
]
})
HTML pada dasarnya digunakan
untuk mendefinisikan interface tanpa tampilan sebuah antarmuka, pada
Ionic 2 ini bisa menggunakan
tag bawaan Ionic ataupun HTML dasar,
contoh code, seperti:
<ion-menu
[content]="content">
<ion-content
class="has-header mymenu">
<ion-item
class="menu-header">
<div
class="avatar">
<br/>
<div
class="app-icon"></div>
398
<br/>
<h2>My
Zodiak</h2>
</div>
</ion-item>
<br/>
<ion-list
class="myitem">
<button
menuClose ion-item *ngFor="let p of pages"
(click)="openPage(p)">
<ion-icon
name="{{p.icon}}" item-left></ion-icon>
{{p.title}}
</button>
</ion-list>
</ion-content>
<ion-footer>
<ion-buttons
class="mybutton">
<button
ion-button outline (click)="exitApp()" >
<ion-icon
name="log-out" item-left></ion-icon>
Keluar
</button>
</ion-buttons>
</ion-footer>
</ion-menu>
<!--
Disable swipe-to-go-back because it's poor UX to combine STGB with side menus
-->
<ion-nav
[root]="rootPage" #content
swipeBackEnabled="false"></ion-nav>
Penggunaan Ionic
2 Framework dan
Angular 2 terbukti
dapat dijalankan di
mobile operating sistem yang
berbeda.. Untuk menguji bahwa Ionic 2
telah running di cross
platform dapat menggunakan code sebagai berikut:
a. Pada Android: ionic run android
b. Pada iOS : ionic run ios
Dilihat dari sisi simulasi
dalam bentuk web-based yang dimiliki Ionic, dapat menggunakan kode: ionic serve
–cls, maka akan tampil di browser tampilan beda platform.
·
Tampilan
User Interface dari Aplikasi
Setelah merancang
user-interface dan
membuat panggilan API, pengembangan
aplikasi tahap akhir siap untuk di-deploy. Pengembangan akhir aplikasi pada platform mobile dapat dilihat di bawah ini yang mengekstrak
data real time dan
menampilkannya ke pengguna
untuk mengetahui situasi
layanan yang sedang dgunakan.
Penulis menggunakan API
Free dari ibacor.com
untuk percobaan pembuatan aplikasi MyZodiak.
Untuk hasil ke versi Android
dapat di download di Google Play
Store dengan kata kunci MyZodiak.
Dengan bantuan
Ionic 2 Framework,
dapat dikembangkan aplikasi
dengan fungsionalitas lengkap yang
dapat dijalankan di mobile
operating system yang
berbeda seperti Android,
iOS dan Windows Phone.
Dapat disimpulkan bahwa
Ionic sebagai teknologi
baru, namun sangat
berkembang, adalah sederhana dan mudah digunakan. Ionic 2 memungkinkan
pengembang untuk membuat kode pada TypeScript,
HTML dan CSS
untuk menghasilkan aplikasi
lintas platform hybrid yang
secara penuh memiliki fungsional
bagi pengguna.
Menciptakan teknologi
yang efektif, dengan
dimediasi melalui pendekatan
prototype(prototyping) dimana
pengembangan dan pengujian terhadap model kerja (prototipe) dari aplikasi yang dikembangkan telah melalui proses
interaksi secara berulang dan melalui perbaikan terus-menerus hingga tercapai
kesesuaian dengan yang dibutuhkan oleh pengguna ( user). Aplikasi yang tepat tentunya sangat membantu pengguna
dalam kelancaran maupun kecepatan penyelesaian berbagai tugas, baik dalam skala
kecil atau besar.
Hasil penelitian dapat
digunakan sebagai salah satu referensi di dalam pengembangan perangkat lunak, baik
di Indonesia maupun
dalam skala global,
untuk melakukan efisiensi
didalam proses pembuatan
perangkat lunak berbasis mobile.
Sumber : Paula Dewanti1), Putu Adi Guna Permana2) STMIK STIKOM Bali/Sistem Komputer
Sumber : Paula Dewanti1), Putu Adi Guna Permana2) STMIK STIKOM Bali/Sistem Komputer
Komentar
Posting Komentar